Meninggalnya mirza ghulam ahmad biography
•
Isa dalam Islam Ahmadiyah
Ahmadiyah menganggap Isa Almasih seorang manusia dan nabi yang terlahir dari Maryam. Berbeda dengan ajaran Islam lainnya, Ahmadiyah meyakini Isa disalib namun tetap hidup, berdasarkan sumber-sumber Injil, Al Quran dan hadis, serta tulisan-tulisan (waḥyu and kasyf) dari Mirza Ghulam Aḥmad.[1][2][3][4][5] Setelah menyelesaikan risalah kepada Bani Israil di Judea, Isa diyakini berangkat ke timur menghindari penyiksaan di sana dan selanjutnya menyampaikan risalah kepada suku Israel lainnya.[1][2][3][4] Dalam ajaran Ahmadiyah, Isa meninggal secara alami India.[1][2][3][4] Isa hidup sampai lanjut usia dan meninggal di in Srinagar, Kashmir, makamnya bertempat serta dimakamkan di tempat yang sekarang dinamai Roza Bal.[1][2][3]
Meski mirip dengan pandangan Islam pada umumnya, ajaran Ahmadiyah mengenai
•
The Muslim Times
Thursday, May 26, Reporter : Jevi Nugraha
Mirza Ghulam Ahmad.
Exactly today, May 26, ago, Mirza Ghulam Ahmad passed away. Mirza Ghulam Ahmad is a clergyman from India and is known as the founder of the religious movement in Islam, the Ahmadiyya. His figure became so controversial after proclaiming himself as a reformer and imam mahdi.
Mirza Ghulam Ahmad was born in Qadian on February 13, AD or 14 Shawwal H. Qadian is located 57 km east of the city of Lahore, and 24 km from the city of Amritsar in Punjab, India. Since childhood, he has studied the Arabic text of the Koran and Persian grammar from his teacher.
Not only studying religion, Mirza Ghulam Ahmad also studied a number of medical works from his father, Mirza Ghulam Murtaza. From to , he worked as a clerk in Sialkot. In this place, Ghulam Ahmad often argued with Christian missionaries.
So, what is the life journey of Mirza Ghu
•
Mirza Tahir Ahmad
Mirza Tahir Ahmad (Urdu: مرزا طاہراحمد), (18 Desember 19 April ) adalah Khalifatul Masih keempat (penerus keempat dari Mirza Ghulam Ahmad) dan kepala Komunitas Muslim Ahmadiyyah di seluruh dunia. Ia terpilih sebagai kalif pada 10 Juni , sehari setelah kematian pendahulunya, Mirza Nasir Ahmad.
Pada , ia dinominasikan sebagai anggota delegasi Ahmadiyyah yang muncul sebelum Parlemen sydasiatiskt land untuk mempertahankan kepercayaan Komunitas Muslim Ahmadiyyah. Sebagai Khalifatul Masih IV, Tahir Ahmad menghadiri Jalsa Salana (pertemuan tahunan) Tahunan ke yang diselenggarakan di Qadian, India pada Peristiwa tersebut adalah pertama kalinya seorang kalif Ahmadiyyah kembali ke Qadian sejak partisi India pada , ketika komunitas tersebut berpindah dari India ke Pakistan.
Mirza Tahir Ahmad terkenal karena sesi Tanya Jawab-nya yang ia selenggarakan secara reguler dengan orang-orang dari seluruh dunia dan pembelajaran Qur'anik-nya. Pada masa Kekhalifahannya, nötboskap